Home Komunikasi Pemasaran Inilah Strategi Pemasaran Humas aka Marketing Public Relations

Inilah Strategi Pemasaran Humas aka Marketing Public Relations

by Cak Rud
Inilah Strategi Pemasaran Humas aka Marketing Public Relations

Inilah Strategi Pemasaran Humas aka Marketing Public Relations. Menurut Eduard Depari, istilah marketing public relation merujuk pada suatu kegiatan pemasaran produk atau jasa yang memanfaatkan aktivitas humas. Umumnya dilakukan dengan cara mengiklankan produk dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen melalui media massa dengan tujuan meningkatkan penjualan. Sebagai suatu kegiatan, humas harus direncanakan untuk menciptakan, mengembangkan, menjaga, maupun mempertahankan citra dari sebuah organisasi maupun lembaga. Ini mencerminkan self-selling, karena yang ingin dicapai adalah hal-hal positif dari korporasi dan citra produk tak mungkin dipisahkan, melainkan saling berkait dan saling mempengaruhi.

1. Definisi Marketing Public Relations

Marketing Public Relations (MPR) merupakan Public Relations dalam konteks pemasaran, lebih jauh lagi marketing Public Relations membantu melengkapi dan mendukung dalam pencapaian tujuan pemasaran sebuah produk jasa. Menurut Soemirat dan Ardianto, alat dan teknik Public Relations yang sering digunakan untuk menunjang marketing dan sasaran penjualan suatu bisnis disebut komunikasi marketing atau marketing public relations. Staf public relations yang bekerja di bidang ini biasanya tergabung dalam divisi Marketing. Public relations yang berorientasi marketing dibentuk oleh suatu divisi baru, yakni Komunikasi dan Marketing.

Menurut Rosady Ruslan di dalam buku Manajemen Public Relation & Media Komunikasi bahwa istilah marketing public relation dipopulerkan oleh Thomas L. Harris (1991), melalui bukunya berjudul The Marketer’s Guide to Public Relations. Konsepnya sebagai berikut: “marketing Public Relations is the process of planning, executing and evaluating programs, that encourage purchase and customer satisfication through credible communication of information and impression that identify companies and their product with the needs, wants, concern and interest of consumers”.

Baca juga: Konsep Dasar Komunikasi Pemasaran

Maksudnya adalah Marketing Public Relations merupkan sebuah proses perencanaan dan pengevaluasian program yang merangsang penjualan dan pelanggan. Hal tersebut dilakukan melalui pengkomunikasian informasi yang kredibel dan kesan kesan yang dapat menghubungkan perusahaan, produk dengan kebutuhan serta perhatian pelanggan.

Secara umum pengertian Marketing Public Relations merupakan suatu proses perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian program-program yang dapat merangasang pembelian dan kepuasan konsumen melalui pengkomunikasian informasi yang dapat dipercaya dan melalui kesan-kesan positif yang ditimbulkan dan berkaitan dengan identitas perusahaan atau produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kepentingan bagi para konsumennya.

2. Keterkaitan Marketing dan Public Relations

Tom Harris mengelompokkan ada lima macam keterkaitan antara bidang Marketing dan Public Relations yaitu sebagai berikut:

  1. Separate but equale function (fungsi yang terpisah tapi sejajar). Pemasaran dan kehumasan sebagai bidang yang terpisah namun masing-masing menjalankan fungsinya secara sederajat.
  2. Equal but overlapping functions (fungsi yang sejajar namun saling tumpang tindih). Pemasaran dan kehumasan menjalankan fungsi masing-masing secara setara dan terdapat satu titik bersinggungan dan koordinasi fungsi keduanya, yakni sama-sama membangun citra positif.
  3. Marketing as the dominant functions (pemasaran sebagai fungsi dominan). Pemasaran korporat lebih dominan dan mengkoordinasi fungsi kehumasan dalam memperkuat citra perusahaan.
  4. Public Relations as dominant fungtions (Public Relations sebagai fungsidominan). Kehumasan justru lebih dominan dan mengkordinasi fungsi pemasaran korporat dan produk.
  5. Marketing and Public Relations as the same fungtions (pemasaran dan Public Relations melakukan fungsi yang sama). Pemasaran dan kehumasan melakukan fungsi yang bersamaan yakni berkomunikasi dengan publik dan pasar, mulai dari segmentasi pasar/khalayak, pemetaan persepsi dan citra, menetapkan sasaran, merumuskan strategi dan program hingga evaluasinya
Strategi Pemasaran Humas aka Marketing Public Relations

Strategi Pemasaran Humas aka Marketing Public Relations

3. Strategy Marketing Public Relations

Strategi pemasaran adalah cara yang ditempuh perusahaan untuk merealisasikan misi, tujuan, sasaran yang telah ditentukan dengan cara menjaga dan mengupayakan adanya keserasian antara berbagai tujuan yang ingin dicapai, kemampuan yang dimiliki serta peluang dan ancaman yang dihadapi di pasar produknya.

Dalam buku Manajemen Humas & Komunikasi, menurut Rosady Ruslan secara garis besar terdapat tiga taktik (Three Ways Strategy) untuk melaksanakan program dalam mencapai tujuan (goals), yaitu: pertama bahwa Public Relations merupakan potensi untuk menyandang suatu taktik pull strategy (menarik), sedangkan kedua adalah power (kekuatan) sebagai penyandang, push strategy (untuk mendorong) dalam hal pemasaran. Dan taktik ketiga, pass strategy sebagai upaya mempengaruhi atau menciptakan opini publik yang menguntungkan.

Thomas dalam bukunya The Marketer’s Guide to Public Relations mengatakan bahwa terdapat tiga pendekatan baru MPR yang menggabungkan antara strategi pemasaran tradisional dan dimensi mega- Marketing yang membutuhkan komunikasi dengan bagian yang bukan bagian dari pemasaran tradisional. Adapun strategi-strategi tersebut adalah :

1. Push Strategy

A push strategy calls for using the sales force and trade promotion to push the product through the channels.the producer aggressively promotes the product to wholesalers; the wholesaler aggressively promote the product to reiaters; and the retailers aggressivelly promote the product to consumers. Maksudnya adalah strategi push digunakan untuk mendorong pemasaran dan promosi barang melalui saluran. Produsen secara agresif mempromosikan produk kepada distributor; distributor secara agresif mempromosikan produk ke pengecer, dan pengecer agresif mempromosikan produk ke konsumen.

2. Pull Strategy

A pull strategy calls for spending a lot of money on advertising and consumers promotion to buid up consumers demand. If the strategy is effective, consumers will ask their retailers for the product, the retailers will ask their wholesalers for the product, and the wholesalers will ask the producers for the product. Maksudnya adalah Strategi pull digunakan untuk menghabiskan banyak uang untuk iklan dan promosi konsumen untuk membangun permintaan konsumen. Jika strategi ini efektif, konsumen akan meminta pengecer mereka untuk produk, pengecer akan meminta grosir mereka untuk produk, dan grosir akan meminta produsen untuk produk).

3. Pass Strategy

Public Relations role is to devise strategies and conduct programs that permit the marketer’s to “pass” the gatekeeper and enter the market. In may view, both CPR and MPR must play a role in what I call “pass”strategic planning. When customers make purchase decisions, they are in a very real sense deciding to buy two things: the product and the company. I strongly believe that people want to business with companies they know and trust. Consumer’s trust is earned by providing quality product at a good value. It is also earned by sponsoring activities and identifying with cause that demonstrate the company’s appreciation of the consumers patronage.

Maksudnya adalah Peran Public Relations dimaksudkan untuk merancang strategi dan melakukan program-program yang memungkinkan pemasar untuk “lulus” penjagaan dan memasuki pasar. Dalam pandangan saya, baik Corporate Public Relation (CPR) dan Marketing Public Relations (MPR) harus memainkan peran dalam apa yang saya sebut “lulus” perencanaan strategis. Ketika pelanggan membuat keputusan pembelian, mereka dalam keadaan sadar, memutuskan untuk membeli dua hal: produk dan perusahaan. Saya sangat percaya bahwa orang ingin berbisnis dengan perusahaan mereka kenal dan percaya. Kepercayaan konsumen diperoleh dengan menyediakan produk yang berkualitas dengan nilai yang baik. Hal ini juga diperoleh dengan mensponsori kegiatan dan mengidentifikasi penyebab yang menunjukan apresiasi perusahaan dari konsumen tetap.

Kesimpulannya adalah bahwa Pull Strategy pada Public Relations memiliki dan harus mengembangkan kekuatan untuk menarik perhatian konsumen. Push Strategy pada Public Relations memiliki kekuatan untuk mendorong pemasaran. Pass Strategy pada Public Relations memiliki kekuatan untuk memengaruhi dan menciptakan opini publik yang menguntungkan perusahaan.

"Inilah

4. Peran Marketing Public Relations

Public Relations Marketing Public Relations (MPR), sebagaimana dijelaskan sebelumnya, merupakan perpaduan (sinergi) antara pelaksanaan program dan strategi pemasaran (Marketing strategy implementation) dengan aktivitas program kerja Humas (work program of Public Relations) dalam upaya meluaskan pemasaran dan demi mencapai kepuasan konsumennya (customer satisfaction).

Baca juga: Marketing Public Relations – Pemasaran Humas

Menurut Kotler (1993:268) peranan marketing public relations dalam upaya mencapai tujuan utama organisasi atu perusahaan dalam berkompetisi, secara garis besarnya yaitu sebagai berikut:

  1. Menumbuhkembangkan kesadaran konsumennya terhadap produk yang tengah diluncurkan itu.
  2. Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau manfaat (benefit) atas produk yang ditawarkan atau digunakan.
  3. Mendorong antusiasme (sales force) melalui suatu artikel sponsor (adventorial) tentang kegunaan dan manfaat suatu produk.
  4. Menekan biaya promosi iklan komersial, baik di media elektronik maupun media cetak dan sebagainya demi tercapainya efisiensi biaya.
  5. Komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen, termasuk upaya mengatasi keluhan-keluhan (complaint handling) dan lain sebagainya demi tercapainya kepuasan pihak pelanggan.
  6. Membantu mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru sekaligus merencanakan perubahan posisi produk yang lama.
  7. Mengkomunikasikan terus-menerus melalui media PR (House PR Journal) tentang aktivitas dan program kerja yang berkaitan dengan kepedulian sosial dan lingkungan hidup, agar tercapai publikasi yang positif di mata masyarakat atau publik.
  8. Membina dan mempertahankan citra perusahaan atau produk barang dan jasa, baik segi kuantitas maupun kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumennya.
  9. Berupaya secara proaktif dalam menghadapi suatu kejadian negatif yang mungkin akan muncul dimasa mendatang. Misalnya terjadinya krisis kepercayaan, menurunnya citra perusahaan hingga resiko terjadinya krisis manajemen, krisis moneter, krisis multidimensional dan lain sebagainya.

5. Fungsi Marketing Public Relations

Sebagaimana dijabarkan dalam bauran pemasaran (Marketing mix), yaitu: product, price, placement and promotion, yang merupakan sarana untuk mencapai tujuan pemasaran (Marketing objectives), yaitu:

  1. Mengadakan riset pasar, untuk mendapatkan informasi bisnis yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumennya.
  2. Menciptakan produk yang sesuai dari hasil riset pasar tersebut.
  3. Menentukan harga produk yang rasional dan kompetitif.
  4. Menentukan dan memilih target konsumen (target audience).
  5. Merencanakan dan melaksanakan kampanye promosi produk (pre-project selling) yang akan diluncurkan, serta mampu bersaing di marketplace. Serta cukup menarik (eyes catching) baik segi kemasan, maupun kualitas produk yang ditawarkan terhadap konsumennya.
  6. Komitmen terhadap pelayanan purna jual.

Menurut Kotler jika semua itu dilaksanakan maka kepuasan pelanggan akan terpenuhi. Kesimpulan tersebut mengacu kepada “Marketing adalah sebuah ide untuk memuaskan keinginan pelanggan dengan menampilkan produk. Serta segala sesuatu yang berkaitan dengannya, yang diasosiasikan dengan pembuatan, pendistribusian dan akhirnya pengkonsumsian produk tersebut.

Demikian pembahasa tentang strategi marketing public relation. Dalam perkembangan aktivitas terakhir ini, MPR cukup efektif dan efisien dalam penyebaran pesan dan informasi. Selain itu MPR mengandung kekuatan membujuk (persuasive approach) dan sekaligus mendidik (educated) masyarakat atau publiknya. Ditambah kecanggihan media elektronik juga memberikan berbagai manfaat bagi Marketing Public Relations.

You may also like

Leave a Comment

error: Content is protected !!