...
Home Komunikasi Politik Komunikator Politik dalam Political Communication

Komunikator Politik dalam Political Communication

by Rudi Trianto
Komunikator Politik

Komunikator politik memainkan peran sosial yang utama, terutama dalam proses opini publik. Karl Popper mengemukakan bahwa ada teori opini publik yang seluruhnya dibangun oleh komunikator politik yaitu “Teori pelopor mengenai opini public”. Oleh karena itu opini publik dipahami sebagai tanggapan terhadap gagasan dan usaha komunikator dalam meyakinkan publik. Dan dikatakan bahwa komunikator politik dapat berasal dari mana saja. (Gatara, 2007). Pembahasan komunikator politik berada dalam rumpun Ilmu Komunikasi maupun Komunikasi Penyiaran Islam. Berikut ini bahasan tentang komunikator politik selengkapnya.

Definisi Komunikator Politik

Siapa itu komunikator politik? Siapapun yang ada dalam setting politik adalah komunikator politik. Para komunikator politik jika dibandingkan dengan warga negara pada umumnya, suka ditanggapi lebih sungguh-sungguh bila mereka berbicara atau berbuat.
Menurut James N. Rosenau (Nimmo, 2005) komunikator politik adalah pembuat opini pemerintah atas hal ihwal nasional yang multi-masalah. Menurutnya, yang termasuk dalam klasifikasi komunikator politik adalah: Pertama, Pejabat Eksekutif (Presiden, Menteri, dll), Kedua Pejabat Legislatif (Senator atau anggota dewan, pimpinan DPR), dan ketiga pejabat Yudikatif (Hakim dan MK)

Ciri – Ciri Komunikator Politik

  1. Pertama–tama yang mempunyai inisiatif.
  2. Mempunyai ide atau gagasan,
  3. Pihak yang mula pertama mengajak berkomunikasi.
  4. Bermaksud mempengaruhi, mengubah dan membentuk sikap, pendapat dan tingkah laku orang lebih baik secara perorangan maupun kelompok.
Berbagai Klasifikasi Komunikator Politik

Berbagai Klasifikasi Komunikator Politik

Klasifikasi Komunikator Politik

Dan Nimno (1993) mengindentifikasi tiga kategori komunikator politik yakni pertama politikus atau “Pols”, kedua Komunikator Profesional atau “Pross”, dan ketiga Aktivis atau “Voiz”:

1. Politikus

Adalah orang yang memiliki otoritas untuk berkomunikasi sebagai wakil dari kelompok atau khalayak, yang pesan-pesannya mengajukan dan melindungi tujuan kepentingan politik. Juga sebagai seseorang yang bercita-cita untuk dan atau memegang jabatan pemerintahan, tidak peduli apakah terpilih, mendapat penunjukan atau pejabat karier, tidak mengindahkan apakah jabatan itu Eksekutif, Legislatif, atau Yudikatif. Selain itu, politikus memiliki aktifitas menyibukkan dirinya untuk kebijakan yang lebih luas, mengusahakan reformasi dan bahkan mendukung perubahan yang revolusioner. (Dan Nimno, 2004)

Daniel Katz (dalam Nimmo, 2009) membedakan politikus menjadi dua yakni Politikus Ideolog dan partisan.

  • Ideology adalah orang yang dalam proses politik lebih memperjuangkan kepentingan bersama atau public yang mempunyai aktifitasnya membuat kebijakan luas, mengusahakan reformasi, dan bahkan mendukung perubahan revolusioner.
  • Partisan adalah orang yang dalam proses politik lebih memperjuangkan kepentingan pribadi atau kelompoknya.

2. Komunikator Profesional

Menurut James Carey, (Dan Nimmo, 2009) komunikator profesional adalah orang yang menghubungkan golongan elit dalam organisasi atau komunitas dengan khalayak umum, sekaligus merupakan orang yang mata pencahariannya dengan cara berkomunikasi karena hal tersebut merupakan keahliannya. Profesional adalah peranan sosial yang relatif baru, suatu produk sampingan dari revolusi komunikasi yang sedikitnya mempunyai dua dimensi utama, munculnya media massa yang melintas batas rasial, etnis, pekerjaan, wilayah, dan kelas untuk meningkatkan kesadaran identitas nasional dan perkembangan berkelanjutan media khusus yang menciptakan publik baru untuk menjadi konsumen informasi dan hiburan.

Baca juga : Konsep Dasar Komunikasi Politik

Yang termasuk dalam kategori komunikator profesional adalah promotor dan jurnalis.

  • Promotor merupakan orang berbayar yang mendahulukan kepentingan pelanggannya. Yang termasuk dalam promotor yaitu juru bicara tokoh masyarakat yang penting, personel humas pada organisasi swasta atau pemerintah, juru bicara jawatan pemerintah, sekretaris pers kepresidenan, personel periklanan, ahli polling (pollters), manajer kampanye kandidat politik. Dalam perkembangan new media, buzzer dan influencer tergolong komunikator profesional.
  • Jurnalis juga merupakan komunikator profesional. Mereka bekerja di media massa atau organisasi berita dan memiliki pengaruh yang besar terhadap konstelasi politik.

"<yoastmark

3. Aktivis atau Komunikator Part Time

Aktivis atau komunikator paruh waktu adalah orang- orang yang terdapat di dalam organisasi  yang terikat dalam jaringan media perintah. Seperti juru bicara dan pemuka pendapat dalam suatu organisasi dan masyarakat. Juru bicara pada umumnya tidak memiliki cita- cita akan jabatan di pemerintahan seperti halnya para politikus. Ia bekerja atau melakukan penyampaian informasi di depan publik hanya untuk kepentingan organisasi atau masyarakat.
Aktivis adalah orang yang cukup banyak terlibat dalam kegiatan politik atau komunikasi politik, tetapi tidak menjadikan kegiatannya sebagai lapangan pekerjaan. Kategori komunikator ini adalah juru bicara (Spokeman), pemuka pendapat (Opinion Leader) dan pengamat. Tugas seorang aktivis atau komunikator part time antara lain adalah:

  • Sebagai juru bicara bagi kepentingan organisasi. Pada umumnya orang ini tidak memegang atau mencita-citakan jabatan di pemerintahan. Dalam konteks ini komunikator tersebut tidak seperti politikus yang menjadikan politik sebagai lapangan pekerjaannya. Spokeman di sini bukanlah seorang professional dalam bidang komunikasi, tetapi sekedar mewakili tuntutan keanggotaan suatu organisasi.
  • Sebagai pemuka pendapat yang bergerak dalam jaringan interpersonal. Suatu badan penelitian yang besar menunjukkan bahwa banyak warga negara berhadapan dengan pembuatan keputusan yang bersifat politis; mereka meminta petunjuk kepada orang-orang terhormat, baik untuk mengetahui apa tindakannya maupun memperkuat putusannya.

Komunikator Politik Lainnya

Selain ketiga komunikator politik di atas, ada empat tipe komunikator politik lainnya:

1. Elite Birokrasi

Dalam konteks birokrasi Indonesia, elite birokrasi merupakan pejabat karier. Elite birokrasi ini antara lain adalah direktur jenderal, sekretaris jenderal, inspektorat jenderal, sekretaris daerah, kepala biro, kepala dinas, kepala bagian, dan lain sebagainya. Memang tidak semua elite birokrasi bisa sebagai komunikator politik, namun sebagian besar dari mereka melakukan melakukan komunikasi politik karena tugas dan fungsi dari jabatannya. Karakteristik elite birokrasi yang menjadi komunikator politik antara lain:

  • Bersifat kaku karena terikat dan tunduk pada aturan sesuai dengan fungsi utamanya sebagai implementator atau pelaksana kebijakan.
  • Mementingkan pada ketentuan-ketentuan procedural atau tatacara baku
  • Memiliki frame of reference atau kerangka berfikir yang khas sebagai pejabat pemerintah.

2. Juru Bicara (Spoke Person)

Komunikator politik ini menjalani peran yang sangat signifikan dalam berbagai kegiatan komunikasi politik. Dia menjadi komunikator official atau resmi untuk menyampaikan pesan komunikasi, atau meyaring pernyataan pejabat public kepada khalayak atau public atau media massa. Berfungsi layaknya reporter yang bekerja dalam institusi pemerintahan, yang mengumpulkan informasi sebanyak mungkin untuk disampaikan kepada masyarakat atau khalayak.

"<yoastmark

Menurut Marguerite Sullivan, dalam Subiakto dan ida, kriteria menjadi seorang juru bicara antara lain memiliki stamina yang tinggi, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sopan, tenang, memiliki ingatan yang kuat, memahami psikologi manusia, mampu belajar atau bereaksi dengan cepat, mampu menangani hal-hal yang tidak terduga, mampu menjalankan beberapa tugas secara bersamaan, sanggup menerima interupsi secara terus menerus, objektif, mampu menjaga kredibilitas dirinya dan atasannya, dan berintegritas tinggi.

Baca Juga : Metode Studi dan Pendekatan Komunikasi Politik

3. Political Spin dan Spin Doctor

Istilah Spin merupakan kata pejorative untuk menjual pesan politik tertentu atau khusus secara canggih. Secara definisi spin doctor adalah seseorang yang mampu mempengaruhi atau mengarahkan jalannya sebuah kegiatan dengan mempengaruhi wartawan atau media massa. Biasanya manajer kampanye atau penasehat strategi disebut dengan spin doctor. Orang-orang yang melakukan political spin inilah sebagai spin doctor atau spinmeister atau spin mechant.

4. Penyambung Lidah

Adalah suatu fungsi dari orang atau kelompok orang untuk menyambungkan atau menyebarluaskan informasi dari sumber pesan kepada orang lain. Penyambung lidah ini bukanlah komunikator politik di atas maupun kelompok politik tertentu, tidak punya bayaran dan tidak mengincar suatu jabatan politik. Bukanlah aktifis politik, elite birokrasi, ataupun tokoh masyarakat. Mereka adalah orang yang secara sukarela mengkomunikasin agenda politik secara sukarela. Dalam konteks ke-Indonesiaan, penyambung lidah adalah orang yang memiliki kemampuan menyampaikan informasi tentang politik dengan menarik dalam sebuah pertemuan nonformal yang terjadi di kedai kopi, warung makan, dan lain sebagainya.

Komponen Efektivitas Komunikator Politik

Dalam komunikasi politik, komunikator politik merupakan salah satu faktor yang menentukan efektivitas komunikasi. Beberapa studi mengidentifikasi sejumlah karakteristik yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain.

Richard E. Petty dan John T. Cacioppo dalam bukunya Attitudes and Persuasion: Classic and Contemporary Approaches, bahwa ada empat komponen yang harus ada pada komunikator politik, yaitu communicator credibility, communicator attractiveness, communicator similarity dan communicator power (Petty, 1996).

Kredibilitas adalah Komponen Efektivitas Komunikator Politik

Kredibilitas adalah Komponen Efektivitas Komunikator Politik

1. Kredibilitas

Kredibilitas sumber mengacu pada sejauh mana sumber memiliki keahlian dan memiliki kepercayaan. Semakin ahli dan kuat sumber informasinya, semakin efektif pesannya. Kredibilitas mencakup keahlian sumber (source expertise) dan kepercayaan sumber (source trustworthiness). Keahlian sumber adalah tingkat pengetahuan sumber terhadap subjek di mana ia berkomunikasi. Sementara kepercayaan sumber adalah sejauh mana sumber dapat memberikan informasi yang tidak memihak dan jujur.

2. Daya Tarik

Daya tarik seorang komunikator bisa terjadi karena penampilan fisik, gaya bicara, sifat pribadi, keakraban, kinerja, keterampilan komunikasi dan perilakunya. Sebagaimana Petty (1996), daya tarik fisik sumber (source physical attractiveness) merupakan syarat kepribadian . Daya tarik fisik komunikator yang menarik umumnya lebih sukses daripada yang tidak menarik dalam mengubah kepercayaan. Beberapa item yang menggambarkan daya tarik seseorang adalah tampan atau cantik, sensitif, hangat, rendah hati, gembira, dan lain-lain.

3. Kesamaan

Audience menyenangi sumber bisa jadi karena sumber tersebut mempunyai kesamaan dalam hal kebutuhan, harapan dan perasaan. Dari kacamata audience maka sumber tersebut adalah sumber yang menyenangkan (source likability), yang maksudnya adalah perasaan positif konsumen (audience) terhadap sumber informasi. Sumber yang menyenangkan (sesuai kebutuhan, harapan, perasaan komunikan) akan mengkontribusi efektivitas komunikasi, bahkan lebih memberikan dampak pada perubahan perilaku. Bila itu terjadi, sumber tersebut akan menjadi penuh arti bagi penerima, artinya adalah bahwa sumber tersebut mampu mentransfer arti ke produk atau jasa yang mereka komunikasikan.

4. Power

Menurut Petty (1996) power adalah “The extent to which the source can administer rewards or punishment.” Sumber yang mempunyai power, menurutnya, akan lebih efektif dalam penyampaian pesan dan penerimaannya daripada sumber yang kurang atau tidak mempunyai power. Pada dasarnya, orang akan mencari sebanyak mungkin penghargaan dan menghindari hukuman. Sebagaimana pernyataan Kelman (dalam Petty, 1996) bahwa, “People simply report more agreement with the powerful source to maximize their rewards and minimize their punishment.

Nah itu tadi pembahasan tentang komunikator politik. Betapa pentingnya komunikator politik memainkan peran sosial yang utama, khususnya dalam proses pembentukan opini publik. Komunikator politik sebagai pelaku atau sebagai pemimpin yang memiliki potensi dan kompetensi di atas rata-rata daripada warga negara pada umumnya dalam hal menyampaikan pikiran atau gagasan di mana pun dia berada. Semoga bermanfaat, khususnya bagi aktor politik di Indonesia, khususnya untuk akademisi dan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, maupun Komunikasi Penyiaran Islam. www.himso.id

You may also like

Leave a Comment