Home Ilmu Komunikasi Pengantar dan Pengertian Komunikasi

Pengantar dan Pengertian Komunikasi

by Cak Rud
Pengantar dan Pengertian Komunikasi

Pengantar dan Pengertian Komunikasi. Komunikasi merupakan hal penting yang tidak bisa lepas dari seluruh bidang kehidupan. Tiap orang tentu pernah melakukannya, karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang selalu bergantung pada manusia lain. Sehingga satu-satunya cara dan alat yang digunakan agar tetap bisa saling berhubungan adalah dengan berkomunikasi satu sama lain. Baik itu melalui komunikasi sederhana maupun komunikasi tingkat tinggi yang tergolong canggih karena proses penyampaiannya melalui saluran media massa.

1. Pengantar Komunikasi

Kegiatan berkomunikasi perannnya sangat besar. Saat berkomunikasi dengan orang lain, secara sadar atau tidak kita sudah meperoleh hal-hal yang berguna untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Walaupun tidak jarang, dengan berkomunikasi juga memberikan efek negatif jika kita tidak pandai melakukan proses penyaringan. Dengan seringnya melakukan komunikasi akan melatih kita bagaimana caranya berbahasa yang baik dan benar, sopan santun jika berbicara dengan orang lain, serta membuat kita tidak lagi merasa canggung berbicara di hadapan khalayak. Tidak berlebihan jika beberapa ahli menggolongkan komunikasi sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia selain sandang, pangan dan papan.

Sebagai makhluk sosial manusia senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya. Rasa ingin tahu memaksa manusia perlu berkomunikasi. Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseoang dengan orang lain, dengan adanya komunikasi maka terjadilah hubungan sosial, karena manusia adalah sebagai makhluk sosial, antara satu dan yang lainnya saling membutuhkan, sehingga terjadilah interaksi.

Dalam hubungan seseorang dengan orang lain tentunya terjadi proses komunikasi, tentunya tidak lepas dari tujuan yang menjadi pokok pembahasan. Untuk tercapainya proses penyampaian informasi itu akan berhasil apabila ditunjang dengan alat atau media sebagai sarana penyaluran informasi dan berita. Dalam kenyataanya, bahwa proses komunikasi itu tidak selamanya lancar, hal itu terjadi karena kurangnya minat dalam memperhatikan emant-unsur yang mestinya ada dalam proses komunikasi. Dalam komunikasi terdapat unsur-unsur yang berkaitan dengan proses komunikasi, baik itu oleh komunikator maupun komunikan, dan juga komunikator harus memahami tujuan komunikasi.

Sebagai ilmu, komunikasi menjelaskan fenomena yang berkaitan dengan produksi, proses, dan pengaruh dari sistem dan lambang yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Komunikasi merupakan kumpulan pengetahuan berdasarkan fakta, baik dari hasil riset yang disusun secara sisitematis menurut kaidah atau metode ilmiah. Pembahasan berikut ini akan menjelaskan definisi komunikasi secara detail.

2. Definisi Komunikasi

Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin ‘Communicatus “ yang artinya “berbagi” atau “menjadi milik bersama”. Dengan demikian komunikasi berarti suatu upaya yang bertujuan berbagai untuk mencapai kebersamaan. Pengertian lain komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku.

Bila kita melihat apa yang terjadi ketika seseorang teribat dalam komunikasi, kita menemukan bahwa terdapat dua bentuk umum tindakan yang terjadi: Pertama, Penciptaan pesan atau lebih tepatnya penciptaan pertunjukan (display). Kedua, Penafsiran pesan atau penafsiran pertunjukan. Menunjukan (to display) berarti bahwa anda membawa sesuatu untuk diperhatikan seseorang atau orang lain. Secara harfiah “to display” berarti “menyebarkan sesuatu sehingga sesuatu tersebut dapat terlihat secara lengkap dan menyenangkan”. Jadi, “menunjukan“ berarti menempatkan sesuatu sehingga terpandang secara jelas dan berada dalam suatu posisi menyenangkan bagi pengamatan tertentu.

Baca juga: Mengenal Konsep Komunikasi Verbal

Ada suatu aksioma komunikasi yang berbunyi “seseorang tidak dapat tidak berkomunikasi (A person cannot not communicate). Secara teknis, itu berarti bahwa seseorang tidak dapat menghindari untuk menunjukkan pesan. Apa yang nada tunjukkan atau tempatkan sehingga terlihat jelas memang mempresentasikan anda. Anda adalah “suatu pertunjukan pesan yang berjalan “ ( Williamson, 1977)

Satu-satunya pesan yang penting dalam berkomunikasi adalah pesan yang berasal dari proses penafsiran (Redding & Saborn, 1964). Anda mungkin secar sadar atau sengaja menciptakan suatu pertunjukan kata, bunyi, artefak, dan tindakan untuk melukiskan suatu makna yang anda miliki, namun satu-satunya makna yang mempunyai pengaruh terhadap orang-orang adalah makna yang diberikan orang-orang itu pada pertunjukan tersebut. Apa yang ada dalam pikiran anda tidaklah menjadi soal. Bagaimana orang lain menafsirkan apa yang anda lakukan atau katakan adalah apa yang mempengaruhi perasaan dan tindakannya.

Pengantar dan Pengertian Komunikasi

Pengantar dan Pengertian Komunikasi

3. Pengertian Komunikasi Menurut Ahli

Sejalan dengan perkembangan ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner, definisi-definisi yang diberikan para ahlipun menjadi semakin beragam. Masing-masing punya penekanan arti, cakupan, dan konteksnya yang berbeda satu sama lainnya. Sebagai gambaran, Frank E.K. Dance (1976) dalam bukunya “human Communication Theory” antara lain menginventarisir 126 buah definisi tentang komunikasi yang diberikan berbagai ahli. Dari sekian banyak pengertian dan definisi komunikasi tersebut, berikut adalah diantaranya :

  1. Theodorson and Theodorson (1969) komunikasi adalah penyebaran informasi, ide-ide, sikap-sikap, atau emosi dari seseorang atau kelompok kepada yang lain atau yang lain-lainnya, terutama melalui simbol-simbol.
  2. Osgood et.al. (1957) dalam pergertian yang umum, kita melihat komunikasi jika satu sistem, sebuah sumber, mempengaruhi yang lain, si tertuju, dengan pemanipulasian simbol-simbol alternatif, yang dapat disebarkan melalui saluran yang menghubungkan keduanya.
  3. Gerbner (1967) komunikasi dapat didefinisikan sebagai interaksi sosial melauli pesan-pesan.
  4. Hovland, Janis & Kelley (1953) Komunkiasi adalah suatu proses melalui seseorang (Komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan merubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).
  5. Berelson dan Steiner (1964) komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka.
  6. Lasswell (1960) Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu prsose yang menjelaskan siapa, mengapa, apa, dengan saluran apa, kepada siapa, dan dengan akibat atau hasil apa. (Who? Says what? In Which channel ? To Whom ? with what Effect?)
  7. Gode (1959) komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (Monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.
  8. Barnlund (1964) Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
  9. Ruesch (1957) Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam kehidupan.
  10. Weaver (1949) Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui pikiran seseorang yang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.

4. Perbedaan Definisi Menurut Ahli

Dari definisi-definisi tersebut di atas, masing-masing memberikan penekanan arti yang berbeda. Definisi dari Hovland, Jenis dan Kelley menunjukan bahwa komunikasi adalah suatu proses yang terjadi antara satu orang dengan orang-orang lainnya. Definisi ini juga memberikan penekanan bahwa kegiatan komunikasi yang dilakukan mempunyai tujuan yakni merubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya yang menjadi sasaran komunikasi.

Baca juga: Mengenal Lima Kelompok Generasi Konsumen

Menurut Berelson dan Steiner, komunikasi adalah proses penyampaian. Hal yang disampaikan adalah informasi, gagasan, emosi, keahlian, sedangkan cara penyampaiannya melaui penggunaan simbol-simbol. Simbol-simbol yang dimaksud dapat berbentuk kata-kata, gambar-gambar, angka-angka.

Definisi dari Lassweell secara eksplisit dan kronologis menjelaskan tentang lima informasi komponen yang terlibat dalam komunikasi. Yakni siapa (pelaku komunikasi pertama yang punya inisiatif sebagai sumber), megatakan apa (isi informasi yang disampaikan), kepada siapa (pelaku komunikasi lainnya yang dijadikan sasaran pertama ), melalui sasaran apa (alat atau saluran penyampaian informasi), dan dengan akibat apa (hasil yang terjadi pada diri penerima). Definisi ini menunjukkan bahwa komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan.

Definisi komunikasi dari Gode memberikan penekanan pada proses “penularan” pemilikan. Yakni dari yang semula (sebelum komunikasi) hanya dimiliki satu orang kemudian (setelah komunikasi) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. Kata penularan lebih tepat dipergunakan dalam konteks definisi ini dibandingkan dengan distribusi atau pembagian. Karena apa yang dimiliki seseorang (sebelum komunikasi) tidak akan menjadi berkurang baik kualitas ataupun kuantitas setelah dikomunikasikan kepada orang-orang lainnya.

Bagi Barnlund, komunikasi adalah upaya atau tindakan yang mempunyai tiga tujuan: untuk mengurangi ketidakpastian, sebagai dasar bertindak secar efektif, dan untuk mempertahankan atau memperkuat ego. Menurut Ruesch, komunikasi adalah proses menjalin hubungan. Yakni menghubungkan antara satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan. Sementara itu definisi komunikasi dari Weaver memberikan penekanan pada upaya atau kegiatan seseorang dalam mempengaruhi pikiran orang lainnya.

5. Pengertian Pokok Komunikasi

Komunikasi mempunyai pengertian yang luas dan beragam. Masing-masing definisi mempunyai penekanan arti dan konteks yang berbeda satu sama lainnya. Namun demikian ada beberapa pengertian pokok yang nampak di dalamnya, yakni:

Pertama, Komunikasi adalah suatu proses mengenai pembentukkan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan. Setiap pelaku komunikasi dengan demikian akan melakukan empat tindakan: membentuk, menyampaikan, menerima dan mengolah pesan. Keempat tindakan tersebut lazimnya terjadi secara berurutan. Membentuk pesan artinya menciptakan suatu ide atau gagasan. Ini terjadi pada benak kepala seseorang melalui prosese kerja sistem syaraf. Pesan yang telah terbentuk ini kemudian disampaikan kepada orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Baca juga: Konsep Dasar Komunikasi massa

Kedua, pesan merupakan produk utama komunikasi. Pesan di sini berupa lambang-lambang yang menjelaskan ide atau gagasan, sikap, perasaan, praktek atau tindakan. Bentuknya dapat bermacam-macam. Bisa berbentuk kata-kata tertulis, lisan, gambar-gambar, angka-angka, benda, gerak-gerik atau tingkah laku, dan berbagai bentuk tanda-tanda lainnya. Cara menyampaikan pesan-pesan juga dapat dilakukan dengan berbagai macam saluran tergantung dari pilihan para pelaku komunikasi. Bisa secara langsung berhadapan muka, melalui telepon, melalui surat kabar, TV, radio.

Ketiga, komunikasi dapat terjadi dalam diri seseorang, antara dua orang, di antara beberapa orang, atau banyak orang. Pengertian di sini menunjukkan bahwa jumlahnya besar dan mungkin tidak dapat dihitung. dan Keempat, komunikasi mempunyai tujuan tertentu. Artinya komunikasi yang dilakukan sesuai dengan keingginan dan kepentingan para pelakunya sesuai dengan keingginan dan kepentingan para pelakunya.

Demikian pembahasan tentang pengantar dan pengertian atau definisi tentang komunikasi. Dapat kita simpulkan bahwa komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain yang dilakukan secara lisan atau verbal maupun nonverbal. Semoga bermanfaat.

You may also like

Leave a Comment

error: Content is protected !!