Apakah Sains Mengancam Iman? Dialog Antara Akal dan Wahyu. Buku ini membahas hubungan Islam dan sains modern secara tenang dan tertata, tanpa merendahkan iman. Gaya bahasanya akademis, tetapi tidak kaku, seperti perkuliahan yang jelas dan enak diikuti. Buku ini penting karena membantu pembaca keluar dari dua sikap ekstrem, menolak sains secara emosional atau memaksakan ayat Al-Qur’an agar terlihat selalu sesuai dengan temuan ilmiah.
Membaca Ulang Hubungan Islam dan Sains
Sejak bagian awal yang menyinggung Ibn Rushd dan relasi akal dengan wahyu, pembaca diajak masuk ke diskusi klasik dengan sudut pandang masa kini. Pertanyaan besar tidak dihindari, justru disusun rapi agar bisa dipahami dan dipikirkan bersama secara rasional.
Baca juga: Buku Indonesia di Era Presiden Prabowo – Bangkit Sekarang atau Terpuruk Kemudian
Pembahasan dimulai dari dasar, seperti konsep Tuhan, posisi Al-Qur’an, dan cara kerja sains modern. Setelah itu, buku masuk ke isu yang sering diperdebatkan, seperti kemungkinan adanya sains Islam dan fenomena i‘jaz ilmiah. Di sini terasa jelas kehati-hatian penulis dalam menilai klaim, agar iman tidak dibangun di atas metode yang keliru.
Ketika topik beralih ke kosmologi, desain alam semesta, prinsip antropik, dan evolusi, suasana bacaan menjadi lebih analitis. Meski temanya berat, alurnya tetap terjaga. Bagian penutup yang berbentuk dialog dengan mahasiswa memberi kesan bahwa diskusi ini hidup dan terus terbuka.

Apakah Sains Mengancam Iman Dialog Akal dan Wahyu
Jalan Tengah yang Ditawarkan Buku Ini
Kekuatan utama buku ini terletak pada sikap moderatnya. Penulis berusaha mempertemukan iman dan sains tanpa mengorbankan prinsip keduanya. Sains dihormati dengan metodologinya, sementara iman dijaga dari klaim ilmiah yang tidak perlu.
Nilai penting lainnya adalah keluasan cakupan bahasan. Buku ini tidak hanya menyajikan sejarah pemikiran Islam, tetapi juga membahas isu-isu sains kontemporer seperti kosmologi dan evolusi dengan bahasa yang relatif mudah dipahami oleh pembaca akademik non-spesialis. Lampiran tentang kritik metode klaim astronomi Al-Qur’an menjadi contoh konkret cara berpikir ilmiah yang sehat.
Baca juga: Kalau Indonesia Emas Cuma Angka, Buku Ini Menampar Anda.
Buku ini relevan bagi dosen, mahasiswa, dan pembaca Muslim yang ingin memahami sains modern tanpa rasa curiga berlebihan. Ia tidak mengajak memilih antara iman atau sains, tetapi mengajarkan cara berpikir yang tertib, jujur, dan bertanggung jawab terhadap keduanya.
Informasi Bibliografi
Judul: Islam’s Quantum Question: Reconciling Muslim Tradition and Modern Science
Penulis: Nidhal Guessoum
Keterangan penulis: Profesor Fisika dan Astronomi di American University of Sharjah, UEA
Penerbit: I.B. Tauris & Co Ltd (London)
Tahun terbit: 2011
ISBN (Hardback): 978-1-84885-517-5
ISBN (Paperback): 978-1-84885-518-2
Tebal: 433 halaman (termasuk catatan dan indeks)