Home Review Buku Kalau Indonesia Emas 2045 Cuma Angka, Buku Ini Menampar Anda

Kalau Indonesia Emas 2045 Cuma Angka, Buku Ini Menampar Anda

by Rudi Trianto
Kalau Indonesia Emas 2045 Cuma Angka, Buku Ini Menampar Anda

Kalau Indonesia Emas 2045 Cuma Angka, Buku Ini Menampar Anda. Buku karya Dr. Adian Husaini – Ketua DDII ini sangat layak dibaca karena mengajak berpikir serius tentang makna “maju” tanpa terjebak euforia slogan. Vibenya tegas, kontemplatif, dan terasa seperti nasihat panjang seorang guru yang bicara dari pengalaman, bukan dari panggung. Alasan untuk peduli sederhana tetapi kuat, buku ini memindahkan mimpi Indonesia Emas dari angka dan proyek menuju kualitas manusia, terutama pendidikan, akhlak, dan arah peradaban.

Pengalaman Saat Membaca

Membuka halaman-halamannya seperti memasuki ruang evaluasi nasional yang hening. Ada rasa dituntun melihat Indonesia 2045 bukan sebagai poster, melainkan sebagai ujian: apakah bangsa ini benar-benar siap menjadi negara kuat dan bermartabat.

Baca juga: Ketika Majalah Dakwah Menolak Punah

Bagian awal menata suasana dengan peta besar tentang “hakikat negara maju” dan kiblat kemajuan yang dipinjam dari teladan Nabi. Di titik ini, atmosfer buku terasa religius namun tetap rasional, seolah nilai dijadikan kompas agar modernitas tidak kehilangan tujuan.

Saat masuk ke peta jalan pendidikan, bacaan berubah seperti rapat kerja yang hangat tetapi disiplin. Nama-nama tokoh besar pendidikan dihadirkan sebagai cermin, lalu ditutup dengan dokumentasi pesantren dan lembaga pendidikan, membuat kesan bahwa gagasan di sini tidak berhenti sebagai wacana.

Buku Mengokohkan Peta Jalan Menuju Indonesia Emas 2045 - Dr. Adian Husaini

Buku Mengokohkan Peta Jalan Menuju Indonesia Emas 2045 – Dr. Adian Husaini

Apa yang Buku ini Tawarkan?

Kekuatan utamanya ada pada keberanian merumuskan ulang indikator kemajuan. Buku ini berkali-kali menegaskan bahwa pendapatan dan infrastruktur belum cukup jika kualitas akhlak dan kesehatan jiwa masyarakat rapuh. Perspektif ini membuat topik Indonesia Emas terasa lebih bermakna dan tidak mudah ditipu data.

Kontribusi paling terasa terletak pada rancangan peta jalan pendidikan 2025–2045 yang berbasis visi manusia unggul. Ada dorongan agar umat memiliki peta jalan pendidikan sendiri, selaras dengan peluang kelembagaan dan tantangan era disrupsi. Gagasan ini terasa operasional karena disertai langkah-langkah konseptual yang bisa dijadikan bahan diskusi kebijakan.

Relevansinya tinggi bagi pendidik, pengelola sekolah dan pesantren, aktivis dakwah, serta pembaca yang mencari arah besar peradaban. Di tengah perubahan politik dan sosial, buku ini hadir sebagai pengingat bahwa inti pembangunan selalu kembali ke kualitas guru, keluarga, dan ekosistem pendidikan yang membentuk generasi pemimpin.

Informasi Bibliografi

Judul: Mengokohkan Peta Jalan Menuju Indonesia Emas 2045
Subjudul/Keterangan: Tasyakkur 60 Tahun Adian Husaini (1965–2025)
Penulis: Dr. Adian Husaini
Tahun: Desember 2025
Bentuk: E-Book
Tebal: viii + 206 halaman
Ukuran: 140 x 200 mm
Desain Sampul: Fatiha Agsha
Desain Tata Letak: Rofiq Anwar
Penerbit: Tidak tercantum

You may also like