Home Komunikasi Pemasaran 5 Prinsip Mengelola Sosial Media

5 Prinsip Mengelola Sosial Media

by Cak Rud
Inilah 5 Prinsip Mengelola Sosial Media

5 Prinsip Mengelola Sosial Media. Saat ini media sosial menjadi aplikasi terfavorit dalam dunia bisnis. Tidak hanya untuk jualan produk dan jasa, media sosial banyak digunakan oleh tokoh masyarakat maupun politik untuk melakukan branding. Tak hanya dimanfaatkan oleh individu, lembaga-lembaga profit maupun non profit ikut memanfaatkan media sosial untuk menunjukkan eksistensi dan mengakomodasi kepentingannya.

Agar akun media sosial berkembang signifikan dan memberikan efek positif bagi pemiliknya, tentu memerlukan berbagai macam strategi. Pengelolaan-nyapun haruslah profesional dengan melibatkan beberapa orang dalam sebuah tim. Ada beberapa prinsip dasar dalam pengelolaan media sosial. Nah, berikut ini adalah 5 prinsip dalam pengelolaan akun sosial media.

1.  Eksistensi

Syarat pertama, tentunya Anda atau bisnis Anda itu harus eksis dulu di dunia sosial media. Figur Anda harus riil atau sungguhan, bukan akun palsu atau bohongan. Lengkapi profil Anda secara jelas dan lengkap. Gunakan foto-foto maupun video-video yang memang benar tentang Anda.

Foto-foto maupun video yang Anda tampilkan di sosial media itu wajib tampak jelas wajah-wajah orangnya pada setiap aktivitas yang ada di dalamnya, supaya bisa menghadirkan “trust” atau “kepercayaan”, dan sekaligus juga bisa me nimbulkan sisi natural dan kedekatan kepada para pemirsa Anda. Dalam dunia sosial media, bila wajah orang-orangnya saja tidak kelihatan, atau tidak jelas, maka tingkat engagement-nya nanti akan lebih rendah.

Baca juga: Teori Dasar Social Media Marketing

Jadi intinya pada poin pertama ini, akun Anda itu haruslah sebuah akun sungguhan yang merupakan representasi ril dari bisnis Anda, yang harus terlihat wajah-wajah orangnya secara jelas pada setiap aktivitas-aktivitas yang ter-posting di dalamnya. Contoh, misalnya Anda berjualan jamu atau minuman herbal. Maka, konten Anda tersebut akan berpeluang memiliki tingkat engagement yang lebih tinggi bila dibuat seperti ini: Anda (atau siapa pun, bisa model) wajib kelihatan jelas wajahnya, lalu difoto (atau video) sambil memegang produk jamu Anda.

Konten seperti itulah yang akan memiliki engagement yang lebih tinggi, ketimbang kalau Anda hanya memfoto (atau video) produk jamunya saja, namun tidak ada orangnya (atau kalau pun ada orangnya, tapi tidak jelas wajahnya). Jadi yang terbaik adalah: terlihat jelas wajah orangnya, sambil memegang produknya. Jadi, untuk dapat menghadirkan engagement yang lebih tinggi. biasakan untuk menghadirkan konten yang terlihat jelas wajah-wajah orangnya, sambil memegang atau bersama dengan produknya tersebut.

2.  Konsisten Memposting Konten

Setelah Anda eksis, maka yang wajib dilakukan selanjutnya adalah Anda harus rajin dan konsisten dalam mem-posting konten-kontennya. Konten adalah senjata utama dalam sosial media untuk dapat menarik sebanyak mungkin followers. Dan selain untuk menarik followers, kegunaan konten adalah untuk membuat orang-orang tersebut agar tetap dapat engage dengan akun Anda.

Jadi konten adalah sarana utama untuk merawat teman- teman Anda, maupun para followers Anda itu, agar mereka dapat terus mem-follow Anda. Kalau akun Anda itu vakum, tidak aktif, dan tidak rutin dalam mem-posting konten, akun Anda akan sangat susah untuk mendapatkan followers baru, dan bukan tidak mungkin followers Anda yang sekarang justru malah akan berpaling.

Mengenai konten-konten apa saja yang sebaiknya di-posting di sosial media, Anda dapat membacanya secara khusus pada tulisan selanjutnya setelah ini. Untuk banyaknya jumlah konten yang di-posting, yang ideal adalah setiap hari, tiga kali dalam sehari, pagi, siang, malam. Namun, paling tidaknya adalah mem-posting satu konten per harinya.

5 Prinsip Mengelola Sosial Media

5 Prinsip Mengelola Sosial Media

3.  Gunakan Hashtag (#)

Dalam setiap posting-an konten Anda di sosial media, se- baiknya Anda melengkapinya juga dengan menuliskan hashtag. Hashtag adalah berbentuk tanda pagar (#). Hashtag pada dasarnya adalah sebagai sarana penanda dan pengelompokan konten dalam dunia sosial media. Contoh, misalnya Anda berjualan batik. Maka Anda dapat menambahkan hashtag sebagai berikut: #batikpekalongan #batiksolo #batikmurah #kemejabatik #jualbatik #bajubatik #batikindonesia, dan sebagainya.

Intinya, apapun kata kunci yang sekiranya dicari oleh orang- orang, langsung Anda jadikan sebagai hashtag. Maksudnya adalah, hashtag tersebut nantinya bisa diklik. Misalkan tulisan #batikpekalongan tersebut diklik, maka Anda akan diarahkan ke suatu halaman khusus, di mana halaman tersebut hanya berisikan sekumpulan konten-konten yang juga sama-sama menggunakan hashtag #batikpekalongan tersebut. Jadi, hashtag itu pada dasarnya adalah suatu sarana untuk pengelompokan konten di sosial media. Yang nantinya, hashtag tersebut dapat membantu akun Anda, untuk dapat menjadi lebih mudah ditemukan dalam pencarian di sosial media.

Baca juga: Buzzer Sebagai Alternatif Iklan Politik di Era Media Sosial

Dan Anda juga bisa menerapkan strategi LBO pada hashtag Anda di sosial media. Jadi Anda menarget berbagai kota atau area tertentu pada hashtag Anda. Contoh, jika Anda berjualan madu asli, maka Anda dapat membuat hashtag sebagai berikut: #maduaslidijakarta #maduaslidibogor #maduaslididepok #maduasliditangerang, dan seterusnya, atau: #agenmaduaslijakarta #agenmaduaslibogor #agenmaduaslidepok #agenmaduaslitangerang, dan seterus- nya.

Jadi, biasakanlah diri Anda untuk secara rutin menyertakan hashtag di dalam setiap posting-an konten Anda. Dengan demikian konten-konten Anda dapat selalu eksis dan hadir di berbagai pengelompokan konten. Seperti yang juga sudah disampaikan di atas. Jadi, apapun kata kunci yang sekiranya dicari oleh orang-orang, itulah yang Anda jadikan sebagai hashtag. Sehingga pada akhirnya, akun Anda akan bisa memiliki peluang yang jauh lebih besar, untuk dapat menjadi lebih mudah ditemukan, oleh orang-orang yang melakukan pencarian di sosial media.

4.  Rutin Mencari Teman yang Tertarget

Setelah Anda eksis, lalu Anda juga sudah konsisten dalam mem-posting konten-kontennya, dan juga selalu menyertakan hashtag, lalu yang berikutnya ini juga sangat penting. Anda juga harus secara kontinu mencari dan melebarkan per- temanan Anda dengan orang-orang yang tertarget. Orang-orang yang tertarget adalah orang-orang yang memang merupakan target market Anda.

Jadi misalnya Anda berjualan buku-buku dan peralatan kedokteran, teman-teman Anda di sosmed itu sudah semestinya adalah para dokter, mahasiswa kedokteran, atau mereka yang berkecimpung di dunia kedokteran, sehingga produk Anda itu akan mudah untuk terjualnya. Tetapi kalau misalnya teman Anda di sosmed itu adalah orang-orang yang non-kedokteran, jadinya malah tidak nyambung, hampir mustahil Anda akan bisa mendapatkan closing penjualan dari sana.

Baca juga: Media Baru dan Media Sosial dalam Politik

Yang terjadi justru konten-konten Anda tentang dunia kedokteran nantinya malah tidak akan dihiraukan. Karena mereka sama sekali tidak tertarik, tidak membutuhkan juga, atau bahkan mengerti pun tidak. Jadi, sangat-sangat penting bagi Anda untuk memiliki lingkup pertemanan di sosmed yang memang sesuai dengan produk yang Anda jual, alias teman- teman Anda itu memang merupakan target market Anda.

Cara mencari target market di sosmed relatif mudah, Anda tinggal mencari akun-akun populer atau grup-grup di sosmed yang memang relevan dengan bisnis Anda. Misalnya Anda berjualan jersey bola, Anda tinggal mencari target market Anda itu di grup-grup tentang sepak bola, yang tentunya ber- tebaran sangat banyak di sosmed. Misalnya Anda berjualan kuliner, Anda tinggal mencari target market Anda itu di grup- grup kuliner. Bisa juga di akun-akun tentang kuliner yang tentunya juga bertebaran banyak sekali di sosmed.

5.  Jalin Ikatan dan Interaksi yang Berkelanjutan

Setelah Anda eksis, lalu rajin mem-posting kontennya, tidak lupa juga menyertakan hashtag. Kemudian telah memiliki sekumpulan teman atau followers yang tertarget, maka jangan lupa juga bahwa Anda harus membangun ikatan dan interaksi yang berkelanjutan dengan para pemirsa Anda tersebut.

Ingat bahwa sosial media sejatinya adalah tempat untuk bersosialisasi atau bergaul. Dalam bergaul, tentunya harus ada saling berinteraksi satu sama lain. Jadi Anda harus menjadi sebuah akun yang aktif dan responsif. Balaslah setiap comments yang Anda terima. Jawablah setiap pesan yang masuk dan milikilah sebuah sikap yang fast response (memiliki tanggapan yang cepat).

Anda juga bisa memberikan gimmick-gimmick yang me narik di akun sosmed Anda demi menjalin interaksi yang kontinu tersebut. Misalnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pemirsa, memberi ajakan-ajakan, meminta pendapat atau sharing dari mereka. Selain juga bisa dengan memberikan games- games, memberikan challenge, atau menyelenggarakan kuis- kuis berhadiah.

Dengan cara seperti ini Anda akan membangun interaksi dengan para followers. Jadi intinya, Anda membangun suatu relasi yang berkelanjutan, membangun interaksi dan rutin mengajak keterlibatan dari para pemirsa Anda.

You may also like

Leave a Comment

error: Content is protected !!