Home Komunikasi Penyiaran Perencanaan Eksekusi dan Evaluasi Program Siaran

Perencanaan Eksekusi dan Evaluasi Program Siaran

by Cak Rud
Perencanaan eksekusi dan evaluasi manajemen strategi penyiaran

Perencanaan, eksekusi, dan evaluasi program siaran merupakan strategi manajemen media penyiaran dalam usaha menampilkan tayangan atau siaran yang berkualitas. Tanpa melewati proses tersebut, mustahil sebuah program akan memiliki daya tarik dan memikat audien atau khalayak penyiaran. Perencanaan berfungsi sebagai pijakan dalam menyusun program. Sedangkan eksekusi dan evaluasi adalah dua hal yang saling berkaitan dalam programming broadcast.

Perencanaan Program

Menurut Pringle Star, perencanaan program adalah program planning involves the development of short, medium, and long range plans to permit the station to attain is programming and financial objectives. Bahwa perencanaan mencakup pekerjaan mempersiapkan rencana jangka pendek, menengah, dan jangka panjang yang memungkinkan stasiun penyiaran untuk mendapatkan tujuan program dan tujuan keuangannya.

1. Analisis Program Siaran

Perencanaan program bertujuan memproduksi atau membeli program untuk pasar audiens. Dengan demikian audien atau penonton adalah pasar karenanya setiap media penyiaran yang ingin berhasil harus terlebih dahulu memiliki sesuatu rencana pemasaran strategi (strategic marketing plan) yang berfungsi sebagai panduan dalam menggunakan sumber daya media.

Penentun strategi pemasaran berdasarkan analisis situasi, yaitu suatu studi terinci mengenai kondisi pasar audien stasiun penyiaran beserta kondisi program yang tersedia. Analisis situasi ini terdiri atas analisis peluang dan analisis kompetitif.

Baca juga: Konsep Dasar Manajemen Penyiaran

  1. Analisis Peluang. Melihat peluang dengan cermat terhadap pasar audien akan memberikan peluang bagi setiap penayangan program untuk diterima para penonton dan pendengar. Peluang pasar program (program market opportunities) adalah wilayah di mana terdapat kecenderungan permintaan terhadap program tertentu yang menguntungkan, di mana stasiun dapat bersaing secara efektif.
  2. Analisa Kompetitif. Dalam mempersiapkan strategi dan rencana program, pengelola program harus melakukan analisis secara cermat terhadap persaingan program yang ada pada suatu segmen pasar audien. Suatu persaingan terdiri atas persaingan langsung termasuk persaingan antara sejumlah program sendiri dan persaingan tidak langsung.

Menurut Peter Pringle (1991) bahwa keberhasilan suatu stasiun televisi dalam melaksanakan programnya akan sangat bergantung pada tiga hal sebagai berikut:

  1. The ability to produce or buy programs with audices appeal yaitu kemampuan untuk memproduksi atau membeli program yang memiliki daya tarik bagi audien.
  2. Air them at times when they can be seen by the audience to which they appeal yakni menayangkannya pada waktu yang dapat  audien lihat yang menjadai sasaran.
  3. Build individual programs into a schedule that encourages viewers to tune to the station and remain with it from one program to another yaitu membangun sejumlah program individu ke dalam suatu jadwal yang dapat mendorong audien untuk menonton televisi dan tetap berada pada salurannya dari satu program ke program berikutnya.
Perencanaan program siaran media penyiaran

Perencanaan program siaran media penyiaran

2. Bauran Program Siaran

Salah satu konsep pemasaran penting media penyiaran adalah mengenai bauran pemasaran (marketing mix) yang terdiri atas empat variabel penting yaitu product, price, place, dan promotion

  1. Produk program (product), bahwa program adalah suatu produk untuk audien yang mencakup nama program dan kemasan program.
  2. Harga program (price), yaitu harga suatu program yang mencakup biaya produksi program dan beban biaya kepada pemasang iklan (tarif iklan) pada program bersangkutan.
  3. Distribusi program (place), yaitu distribusi program yang merupakan proses pengiriman program dari transmisi hingga audien menerimanya melalui pesawat TV dan radio.
  4. Promosi program (promotion), yaitu proses bagaimana memberi tahu audien mengenai adanya suatu program sehingga mereka tertarik untuk menonton atau mendengarkannya.

3. Perencanaan Program Siaran

Ada dua hal penting dalam perencanaan program yaitu keputusan mengenai:

  1. Target audien. Mengarahkan perencanaan program televisi untuk dapat memilih (seleksi) dan menjadwalkan penayangan suatu program yang dapat menarik sebanyak mungkin penonton dari jumlah audien yang ada (tersedia) pada waktu tertentu.
  2. Jumlah pendapatan. Dalam merencanakan program harus pula menetapkan target pendapatan yang masuk dari penayangan suatu program.

Menurut Irwin Starr dan shelley Markoff ada hal-hal penting yang perlu menjadi perhatian pengelola media penyiaran ketika membuat perencanaan program yaitu;

Baca juga: Program Siaran Media Penyiaran

  1. Berpikir seperti pemirsa. Pengelola media penyiaran berada dalam bisnis dengan dua klien yang berbeda, yaitu pemirsa dan pemasang iklan. Tanpa ada pemirsa yang mengikuti siaran, maka pengelola media penyiaran tidak akan pernah berhasil menarik pemasang iklan.
  2. Media penyiaran harus mampu meyakinkan pemasang iklan bahwa medianya sangatlah efektif untuk memasarkan suatu produk.
  3. Pengelola media penyiaran harus menganggap waktu siaran bernilai penting setiap detiknya dan harus menggunakan setiap detik siaran itu dengan mendayagunakan kemampuan dalam menjangkau pemirsa.
  4. Manajemen media penyiaran berkompetisi untuk merebut waktu orang lain untuk mau menyaksikan siaran acara. Persaingan terjadi tidak hanya dengan media penyiaran sejenis (televisi dan radio) tetapi juga dengan media cetak, bioskop, dan lain-lain.
  5. Pelaku media penyiaran lokal harus pula berpikir secara lokal. Ini adalah salah satu keuntungan pengelola media penyiaran lokal daripada dengan media nasional.

4. Tujuan Program Siaran

Pada umumnya, tujuan program adalah untuk menarik dan mendapatkan sebanyak mungkin audien. Tujuan utama televisi komersial pada umumnya adalah untuk mendapatkan audien sebanyak-banyaknya guna menarik pemasang iklan. Menurut Edwin T vane dan Lynne S Gross (Vane-Gross) dalam bukunya Programming For TV, Radio and Cable (1994) terdapat lima tujuan penayangan suatu program di televisi komersial yaitu;

  1. Mendapatkan sebanyak mungkin audien. Tujuan dari kebanyakan program siaran televisi adalah untuk mendapatkan sebanyak mungkin audien. Semakin besar audien, maka semakin mahal tarif iklan, namun potensi pendapatan perusahaan juga akan meningkat dan keuntungan semakin besar.
  2. Target audien tertentu. Program untuk kalangan audien tertentu namun dengan daya tarik terbatas. Vane-Gross menyebutnya dengan program demografis karena tujuannya untuk audien tertentu berdasarkan umur, jenis kelamin, profesi dan lain-lain.
  3. Prestise. Stasiun televisi menayangkan suatu program dengan tujuan utama untuk mendapatkan prestise atau pengakuan dari pihak lain.
  4. Penghargaan. Stasiun televise terkadang membuat suatu program dengan tujuan untuk memenangkann suatu penghargaan. Penghargaan itu menjadi bagian integral dari tujuan stasiun televise untuk meningkatkan statusnya.
  5. Kepentingan publik. Stasiun televisi terkadang memproduksi program untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan publikdi tempat stasiun yang berada.
  6. Sumber Program. Sumber Program televisi antara lain berasal dari produksi sendiri, stasiun jaringan, stasiun lokal, rumah produksi, perusahaan film besar, perusahaan sindikasi, dan pemasang iklan.
Perencanaan, eksekusi, dan evaluasi program siaran

Perencanaan, eksekusi, dan evaluasi program siaran

5. Faktor Mempengaruhi Program

Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian sebelum menayangkan suatu program. Menurut Peter Pringle (1991), faktor program yang terpenting sebelum membuat keputusan program adalah:

  1. Persaingan. Pengelola program stasiun televisi perlu mempelajari kekuatan dan kelemahan program stasiun saingan pada setiap waktu siaran yang mencakup jumlah penonton dan ciri-ciri demografis audien yang tersedia pada setiap waktu siaran.
  2. Keberadaan Audien. Audien yang ada atau tersedia pada setiap bagian waktu siaran menjadi faktor yang menentukan yang harus menjadi pertimbangan secara cermat oleh pengelola program stasiun televisi dalam pemilihan program dan menentukan waktu penayangan program.
  3. Kebiasaan Audien. Bagian program harus memiliki misi untuk menciptakan kebiasaan (habit) menonton secara rutin dalam mendorong keberhasilan suatu program. Pada dasarnya penonton terbanyak terdapat pada saat jam tayangan utama (prime time) dan penonton paling sedikit adalah pada dini hari. Suatu rangkaian program (series) penayangan pada waktu yang sama sepanjang minggu akan mendorong audien untuk memiliki kebiasaan menonton (audience habit).
  4. Aliran Audien. Kemampuan stasiun televisi untuk menarik audien dari stasiun saingan menjadi faktor yang menguntungkan namun akan lebih menguntungkan jika stasiun bersangkutan dapat mempertahankan audien untuk bersedia terus mengikuti setiap program yang ditayangkan.
  5. Ketertarikan Audien. Audien pada umumnya lebih tertarik pada program hiburan.
  6. Pemasang Iklan. Penayangan program harus dapat menarik minat pemasang iklan dan audien agar bisa berhasil. Pada umumnya pemasang iklan memiliki target audien utama yaitu wanita yang berumuur 25-54 tahun karena mereka merupakan konsumen potensial.
  7. Anggaran. Jumlah anggaran yang tersedia untuk produksi dan pembelian program adalah faktor penentu yang penting dalam hal apa yang dapat dtayangkan stasiun penyiaran.
  8. Ketersediaan Program. Stasiun televisi harus memiliki stok program (program inventory). Pembelian program televisi biasanya dalam satu paket.
  9. Produksi Sendiri. Stasiun televisi yang memiliki anggaran program, peralatan, fasilitas teknis, staf produksi serta sumber-sumber pengisi program (talent) yang memadai harus mempertimbangkan untuk memproduksi sendiri programnya.

Baca juga: Strategi dan Elemen Program Siaran

Eksekusi Program Siaran

Dalam melakukan eksekusi penayangan program siaran perlu memperhatikan banyak hal. Dua hal paling penting dalam melaksanakan eksekusi program siaran adalah pembagian waktu siaran dan strategi penayangan. Berikut ini penjelasan tentang keduanya.

1. Pembagian Waktu Siaran

Berdasarkan pembagian siklus aktivitas audien mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, waktu siaran terbagi menjadi lima segmen. Setiap segmen memiliki ciri-ciri dan sifat audien yang berbeda. Secara umum berikut ini adalah pembagian waktu siaran: Prime Time (19.30 – 23.00), Late Fringe Time (23.00 – 01.00), All Other Time (01.00 – 10.00), Day Time (10.00 – 16.30), dan Fringe Time (16.30 – 19.30).

Dalam dunia penyiaran televisi di Indonesia saat ini membuat rate card program berdasarkan daypart (pembagian waktu dalam sehari) yang mengacu pada selera audien, serta life style audien televisi pada satu wilayah atas dasar penelitian AGB Nielsen Media Research.

Gambar tabel Pembagian Waktu Siaran Nielsen

Gambar tabel Pembagian Waktu Siaran Nielsen

2. Strategi Penayangan

Head Sterling (1982) menyatakan bahwa media penyiaran khususnya televisi memiliki sejumlah strategi dalam penayangan program yang bertujuan untuk menarik audien, yakni:

  1. Head to head yakni dengan menyajikan program yang sama dengan program stasiun penyiaran lainnya. Program yang sering bersaing secara head to head adalah program siaran berita
  2. Program tandingan, yakni dengan menyajikan program yang memiliki daya tarik berbeda untuk menarik audien yang belum terpenuhi kebutuhannya.
  3. Bloking program, yakni dengan menyajikan program atau acara yang sejenis selama waktu siaran tertentu. Mislanya menyajikan program siaran sepak bola sepanjang malam.
  4. Pendahuluan kuat, yakni dengan menyajikan program yang kuat pada permulaan segmen waktu siaran. Misalnya sajian program berita kriminal
  5. Strategi buaian, yakni dengan menyajikan sebuah program di tengah-tengah antara dua program unggulan.
  6. Penghalangan, yakni dengan melakukan perubahan jadwal program secara cepat.
  7. Strategi lainnya yakni denga tetap mempertahankan program-program yang berhasil pada posisinya sekarang.

Evaluasi Program Siaran

Menurut Peter-Pringle dalam hal pengawasan program (program control) adalah sebagai berikut:

  1. Mempersiapkan standar program stasiun penyiaran
  2. Mengawasi seluruh isi program agar sesuai dengan standar stasiun penyiaran dan aturan perundangan yang berlaku
  3. Memelihara catatan (records) program siaran
  4. Mengarahkan dan mengawasi kegiatan produksi
  5. Memastikan kepatuhan stasiun penyiaran terhadap kontrak dengan pihak ke 3
  6. Biaya program tidak melebihi anggaran

Baca juga: Manajemen Pengelolaan Media Penyiaran

Dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang disusun oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melalui keputusan No. 9 tahun 2004, setiap stasiun penyiaran wajib mematuhi setiap panduan dari KPI. Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) merupakan panduan tentang batasan-batasan mengenai apa yang boleh dan atau tidak boleh berlangsung dalam proses pembuatan (produksi) program siaran.

Sedangkan Standar Program Siaran (SPS) merupakan panduan tentang batasan apa yang boleh dan atau tidak boleh masuk penayangan dalam program siaran. P3SPS memuat sejumlah aturan main oleh pengelola program penyiaran ketika memproduksi jenis program tertentu mencakup program factual (informasi), kuis, perbincangan, mistik, program asing, dan program pemerintah.

Pengelola program juga harus mengklasifikasikan acara atau tayangan media. Dalam ketentuan P3PSP, setiap acara terbagi atas 4 kelompok, yaitu: Klasifikasi A adalah tayangan untuk anak (khalayak usia di bawah 12 tahun), Klasifikasi R adalah tayangan untuk remaja (khalayak usia 12-18 tahun), klasifikasi D adalah tayangan untuk dewasa, dan klasifikasi SU merupakan tayangan untuk semua umur.

Nah, itu tadi pembahasan tentang strategi programming broadcast yang meliputi perencanaan, eksekusi, dan evaluasi program siaran. Dalam tinjauan manajemen, pelaksanaan perencanaan, eksekusi dan evaluasi adalah wajib adanya dalam rangka mencapai dan mewujudkan tujuan secara efektif dan efisien. Semoga bermanfaat. www.himso.id

You may also like

Leave a Comment

error: Content is protected !!